Universitas Gunadarma

Alam

Semua tentang alam, pemandangan alam, keunikan alam, tempat-tempat terbaik di dunia dan di indonesia.

Kebudayaan

Berbagai macam kebudayaan atau kebiasaan yang terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia dan seluruh dunia.

Kesehatan

Semua tentang kesehatan, cara menjaga kesahatan, manfaat makanan bagi tubuh, dan dampak dari makanan.

Teknologi

Hal-hal tentang komputer, gadget, hardware, software, dan berbagai macam teknologi.

Unik

Semua hal yang unik yang ada di sekitar kita atau di seluruh dunia.

Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Desember 2011

Mengapa Cincin dimasukan ke Jari Manis ?


Selama ini yang kita tahu adalah bahwa kalo orang menikah terus pada tuker cincin, cincin ditempatkan di jari manis. Kenapa bisa begitu? Falsafah cina kuno berikut ini menjelaskan fenomena tersebut. Ikuti langkah berikut ini.

1. Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam
2. Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3. Permainan dimulai, lima (5) pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan…
4. Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu hari nanti.
5. Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
6. Terus tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak-anak. cepat atau lambat anak-anak juga akan meninggalkan kita.
7. Selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu sama lain.

Ini kebetulan gak sih? Ah, itu gak penting, yang paling penting saat kita udah dapat pasangan, suami atau istri, setialah. mencintai dengan sepenuh hati.

sumber: untukku.com

Kamis, 29 Desember 2011

"Warna baju mu" = "kepribadian mu" ? Lihat di sini !




Tahukah Anda bahwa warna baju bisa mencerminkan kepribadian, atau  mewakili perasaan pada saat tertentu. Karena itu, pilihlah warna baju yang tepat pada saat Anda berbelanja pakaian. Jangan sampai, warnanya justru akan menghilangkan mood Anda. Namun, beberapa warna di bawah ini dipercaya bisa mengungkap karakter dan kepribadian Anda.
Oranye. Perpaduan antara warna kuning dan merah ini identik dengan karakter orang yang menyukai tantangan dan senang menjadi pusat perhatian. Apalagi jika dipadankan dengan aksesori yang menarik. Warna cerahnya juga bisa membangkitkan mood Anda.
Merah. Adalah cerminan orang yang tangguh dan mandiri. Selain mewakili keberanian dan kemandirian, merah juga sering diidentikan sebagai warna yang seksi dan menggoda.


Hitam. Ini adalah warna paling gelap dari pakaian wanita. Cocok digunakan bagi Anda yang cenderung ingin tampil ‘aman’ dalam berpenampilan. Karakter misterius biasanya terpancar pada penyuka warna hitam. Namun, selain warna netral, hitam juga sering dipakai untuk mewakili kesan seksi dan elegan.


Putih. Warna satu ini identik dengan suci dan bersih. Putih juga termasuk warna paling aman selain hitam, karena bisa dipadu dengan segala warna. Bila Anda tipikal orang yang penuh pertimbangan, tanpa sadar, pasti Anda akan menyimpan banyak baju putih di lemari Anda.


Hijau. Merupakan warna yang segar dipandang mata karena senada dengan warna alam dan semua yang berbau natural. Penggemar warna ini pasti menyukai hal-hal yang berhubungan dengan alam dan kedamaian.


Kuning. Warna cerah pada baju ini melambangkan kecerdasan dan intelektual seseorang. Kuning juga sering identik dengan kebebasan. Penyuka warna ini biasanya memiliki pribadi yang optimis, tangguh dan tahan banting.


Biru. Mewakili keteduhan dan kenyamanan. Penyuka baju warna biru biasanya sangat menyukai ketenangan. Bila ingin merasa nyaman dan tampil sangat percaya diri, warna biru bisa menjadi pilihan Anda saat berbelanja pakaian di butik atau mall.


Pink. Adalah simbol dari cheerful, girly dan feminin. Jika Anda memakai gaun warna pink, akan mengesankan kelembutan dan mewakili perasaan jatuh cinta yang berbunga-bunga. Tak ada salahnya Anda memakai balutan busana pink lembut saat berkencan atau makan malam dengan si dia. Sumber: Vivanews


Bagaimana dengan warna baju kesukaan Anda, cocokah tulisan diatas dengan yang Anda rasakan?




sumber: unik.supericsun.com

4 Mitos seputar "Blog"










Blog kini menjadi media sharing yang populer dipakai banyak orang di Internet beberapa tahun belakangan ini. Meski populer, masih banyak orang yang berpandangan lain soal blogging. Sebagian menganggap blog tidak lebih dari sekedar buku harian online, sebagian lagi menganggap blog tidak kredibel dijadikan sumber informasi, dan argumen-argumen lainnya. Benarkah demikian? Berikut ini beberapa mitos blogging yang beredar secara umum..

Mitos 1: Blog identik dengan remaja yang curhat pengalaman pribadi
Pada awal kemunculannya, blog memang banyak dipakai sebagai ‘buku’ harian online, di mana orang bisa berbagi cerita, pemikiran dan kegiatan mereka dengan teman dan keluarga. Tapi itu dulu, beberapa tahun yang lalu!
Saat ini blog sudah berkembang menjadi sebuah platform manajemen konten yang efisien. Modal yang dibutuhkan hanya keterampilan menulis dan mengemas informasi agar lebih informatif dan bermanfaat buat orang lain. Sebuah blog profesional bahkan bisa bersaing dengan koran/majalah atau website lain. Selain itu saat ini perusahaan di seluruh dunia banyak yang mengadopsi blog sebagai media pemasaran dan hubungan eksternal dengan pelanggan.

Mitos 2: Nggak ada yang baca blog
Siapa bilang? Beberapa studi market menyatakan bahwa blog kini sudah dapat dianggap sebagai media mainstream. Artinya, blog dianggap bisa dijadikan acuan sumber informasi. Tentu tidak semua blog bisa dijadikan sebagai media mainstream. Nah, salah satu contoh blog media mainstream adalah http://engadget.com, sebuah blog profesional yang fokus pada informasi seputar gadget dan elektronik konsumen. Blog ini berhasil memposisikan diri sebagai salah satu acuan informasi bagi pembaca. Dan kini sudah banyak blog-blog profesional yang lahir dengan bermacam topik.

Mitos 3: Blog tidak bisa menghasilkan uang
TechCrunch, Problogger, Engadget adalah beberapa diantaranya yang berhasil meraup penghasilan dari blog mereka. Kunci sukses ngeblog adalah fokus, konsisten dan unik. Asalkan Anda fokus dan konsisten mengelolanya, percayalah… akan semakin banyak yang mengunjungi blog Anda. Namun ingat, selain fokus dan konsisten, Anda juga harus menyuguhkan konten yang berkualitas dan bermanfaat untuk orang lain.
Sebelum membuat blog, tentukan topik apa yang akan Anda ulas, apakah Anda memang tertarik dengan topik tersebut karena nanti akan berhubungan dengan konsistensi Anda menulis. Jika tak suka dengan topiknya, bisa jadi Anda juga jarang mengupdate blog tersebut. Jika tulisan Anda dinilai berkualitas, tidak menutup kemungkinan Anda akan diundang jadi pembicara atau menulis buku/artikel di website lain. Ketenaran sebuah blog tidak bisa dibangun dalam hitungan jam atau hari, jadi dedikasikan sedikit waktu Anda setiap hari untuk blogging.

Mitos 4: Mengapa ngeblog, buat website saja
Blog menawarkan banyak keunggulan dibandingkan website tradisional. Tidak seperti membuat sebuah website, proses membuat blog sangatlah mudah. Anda tidak perlu menjadi seorang yang ahli di bidang pemrograman. Anda bahkan tidak perlu memikirkan bagaimana desain tampilannya karena blog punya banyak theme yang bisa didapatkan secara gratis maupun berbayar. Content management system yang ditawarkan blog juga sangat mudah. Blog juga memudahkan interaksi antar pembaca, artinya blog bisa dikatakan dapat mewakili sebuah platform yang sangat efisien untuk membangun sebuah komunitas. Di Indonesia sendiri, jumlah blog yang saat ini sudah terjaring berjumlah 5.331.487 (data: salingsilang.com, per 30 November 2011).